Pages

Jumat, 29 April 2011

Ada orang yang meyakini
bahwa rezeki ada di tangan Tuhan,
tapi dia tidak bergerak untuk mengambilnya.

Perhatikanlah, mereka yang bersegera
...dalam belajar dan bekerja,
selalu hidupnya lebih sejahtera
daripada mereka
yang tidak mengulurkan tangannya
untuk memindahkan rezeki
dari tangan Tuhan ke tangannya.

Jika Anda meyakini
bahwa rezeki ada di tangan Tuhan,
mohon ijinlah untuk mengambil sebanyak mungkin.

Mario Teguh

Hadiah bagi Anak-anakmu

Apakah engkau ingin anak-anakmu
memuliakan ibunda mereka seperti engkau
memuliakan ibundamu,
yang adalah nenek mereka?
Apakah perasaan anak-anakmu
kepada orang yang memperlakukan
ibunda mereka dengan penuh hormat
dan kasih sayang?

Bahagiakanlah anak-anakmu
dengan memperlakukan ibunda mereka
dengan penuh hormat dan kasih sayang.

Hadiah terbaik bagi anak-anakmu
adalah mencintai ibu mereka.

Mario Teguh

MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BERUNTUNG

“Keberuntungan yang minta gendong
kepada orang yang malas,
akan diperlakukan seperti sekarung puing buangan.

Tapi,

Musibah yang hinggap membebani
pundak orang yang berkarakter baik,
akan diperlakukan dengan ramah
dan penuh pengamatan,
yang kemudian ternyata menuntun
kepada rezeki-rezeki besar yang memuliakannya.”
Mario Teguh

jadilah pribadi yang dibutuhkan

Sahabat saya yang hatinya baik,

Orang yang malu untuk
mengajukan dirinya yang bernilai,
dan menghindari bekerja bagi
keuntungan banyak orang,
harus berani menjadi orang
yang tidak dibutuhkan.

Orang yang tidak dibutuhkan,
tidak akan dinilai, dan tidak dihargai.

Maka jadilah pribadi yang dibutuhkan.

Tingginya kebutuhan orang lain
atas peran kita, menentukan tingginya
penghargaan atas kehadiran kita.

Mario Teguh
Bagi yang harus segera memutuskan,

Tuhanku Yang Maha Adil,

Tugasku bukanlah untuk berhasil,
...
tapi untuk mencoba.

Karena di dalam mencoba itulah
aku akan belajar dan menemukan
kesempatan untuk berhasil.

Tapi hati ini terkoyak antara dua kebaikan
yang saling menuntut pengutamaan dariku.

Tuhan, aku akan tegas memilih yang satu,
walau sulit,
karena lebih sulit bagiku
jika aku tidak memilih.

Kuatkanlah aku.

Cintailah jiwamu.

Perhatikanlah, orang yang gelisah,
adalah biasanya orang yang tidak dekat
dengan jiwanya sendiri.

Ia membiarkan jiwanya menua
tanpa perhatian.

Mungkin ia terlalu sibuk memanjakan
nafsu kedagingannya.

Ia lupa,
bahwa jiwanya juga bisa haus dan letih.

Jiwamu membutuhkan kalimat lembut
yang penuh kasih, dan waktu yang hening
berdua denganmu,
menghadap dan berbincang mesra dengan Tuhan.

Cintailah jiwamu.

Mario Teguh

Rabu, 27 April 2011

PRIBADI YANG BERTENAGA, AKAN LEBIH BERUNTUNG

Orang yang mentenagai dirinya
DENGAN HATI YANG DAMAI,
PIKIRAN YANG TERANG,
DAN TUBUH YANG BERSEGERA,
akan menjadi pribadi yang
...
lebih sibuk menghasilkan.

Dengannya,

PRIBADI YANG BERTENAGA,
AKAN LEBIH BERUNTUNG.

Marilah kita patuhi hal-hal baik
yang kita mengerti sebagai penuntun
menuju kebesaran hidup kita.

Tetaplah menjadi jiwa baik
yang senang membantu orang lain
menemukan keberuntungan mereka.

Mario Teguh

KESULITAN ADALAH SYARAT UNTUK MENCAPAI KEMUDAHAN

Apa pun yang ingin Anda nikmati
dengan mudah,
selalu mengharuskan Anda
...
untuk bekerja keras mengatasi kesulitan.

KESULITAN ADALAH SYARAT
UNTUK MENCAPAI KEMUDAHAN.

Maka bersyukurlah jika Anda menemui kesulitan,
jangan mengeluh, bekerjalah dengan tulus,
bersabarlah dalam menantikan hasil,
selalu kenakan wajah ramah Anda,

lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mario Teguh

Selasa, 26 April 2011

KARAKTER ADALAH KUALITAS PENARIK REZEKI

Tidak ada pemberi rezeki selain Tuhan Yang Maha Pengasih.

Dengannya, hanya jalan-jalan yang jujur dan yang menguntungkan orang lain-lah, yang menjadi penyalur rezeki kepada kita.


Tidak terdapat rezeki di jalan-jalan yang selain kebaikan.


Yang ada adalah
illusi dari rezeki,
yaitu perasaan sudah mendapat uang - tetapi yang menjadikan orang lebih haus uang,
yaitu perasaan sudah berkuasa – tetapi yang akut ketakutan kehilangan kekuasaan,
yaitu perasaan sudah ternama – tetapi yang namanya ditempelkan kepada kepalsuan dan kemungkaran,
yaitu perasaan sudah kaya – tetapi yang tetap mencuri seperti khawatir tidak akan makan esok pagi.

………..



Sahabat saya yang hatinya baik,


Ada segumpal daging dalam diri kita ini, yang jika ia baik – maka keseluruhan diri kita menjadi baik.


Itulah hati.


Hati adalah tempat di sematkannya pendapat, tempat diolahnya perasaan, tempat diluncurkannya prasangka, dan tempat dibesarkannya kemuliaan.


Jika hati ini baik, maka baiklah pendapat kita mengenai keadaan dan kejadian, maka baiklah perasaan kita mengenai kehidupan, maka baiklah prasangka kita kepada Tuhan dan sesama, dan besarlah kemuliaan yang diberkatkan kepada kita.


Dengannya, pribadi yang berhati baik adalah pribadi yang berkarakter baik.


dan yang ini sangat penting sekali, bahwa …


KARAKTER ADALAH KUALITAS PENARIK REZEKI.


Mengapa?


Karakter adalah kualitas penarik rezeki, karena berkarakter baik adalah sudah rezeki.


...........



Sahabat saya yang hatinya baik,

yang penuh harapan bagi rezeki yang besar yang menyejahterakan dan membahagiakan,

Siapa pun yang pertimbangannya baik, rezekinya baik.


Karena baginya, penghalang adalah perintah untuk menepatkan cara dan menambahkan tenaga.

Apakah Anda pernah mengagumi seseorang yang menjadi kaya tanpa upaya?

Tetapi, bagi yang hatinya lemah, penghalang adalah pemberitahuan untuk mengeluh dan menyalahkan keadilan kehidupan. Bahkan keberuntungan yang telah berbaring menyerah di hadapan seorang pengeluh, akan tampil seperti batu sandungan yang mengesalkan.


Keberuntungan yang minta gendong kepada orang yang malas, akan diperlakukan seperti sekarung puing buangan.


tetapi,


Musibah yang hinggap membebani pundak orang yang berkarakter baik, akan diperlakukan dengan ramah dan penuh pengamatan, yang kemudian ternyata menuntun kepada rezeki-rezeki besar yang memuliakannya.


Di manakah terakhir kali Anda melihat keberuntungan?


Dia berada di sekitar orang-orang yang bekerja keras membangun kehidupan yang baik.


Keberuntungan telah selalu ada dekat dengan Anda, ia hanya menjadi nyata saat Anda melakukan sesuatu yang membebaskannya dari alam rencana dan angan-angan.

Upaya adalah kekuatan yang membebaskan keberuntungan dari alam yang gaib, untuk hadir dalam kenyataan keseharian hidup kita.


Dengannya, sebetulnya semua pekerjaan adalah pekerjaan untuk memindahkan yang belum nyata ke kenyataan hidup kita.


Keberuntungan dan rezeki itu sudah lama ada, hanya belum tampil nyata.


Tugas kita bukanlah menjadikan keberuntungan dan rezeki itu ada. Tugas kita adalah berupaya, karena upaya kitalah yang menjadikan keberuntungan dan rezeki itu nyata.


Dan,


Keberuntungan dan rezeki itu tampil nyata dengan keramahan yang santun, kepada pribadi yang berkarakter baik, ... kepada kita yang berhati baik.


Maroi Teguh

JIKA ENGKAU INGIN MENJADI PEMIMPIN, PERHATIKANLAH INI.


Seorang pemimpin adalah pribadi biasa yang kesungguhannya tidak biasa dalam menjadikan dirinya pelayan bagi kebaikan hidup orang banyak.

………..


Dia membangun keberhasilannya melalui keberhasilan orang lain.


Rencana besar bagi keberhasilan seorang
Pemimpin Jalan Keemasan terbuat dari rencana-rencananya bagi keberhasilan setiap individu yang berada dalam kepemimpinannya.

Banyak pribadi pada posisi kepemimpinan yang lupa bahwa mereka dianggap berhasil hanya apabila mereka menyebabkan peningkatan kualitas pada kehidupan anggota organisasi mereka
, dan apabila mereka menyampaikan keuntungan bagi semua pemegang kepentingan mereka.

Anda - sebagai pemimpin dengan jalan keemasan - berupaya mencapai posisi kepemimpinan yang tertinggi bukan untuk menikmati kemudahan pada posisi itu, melainkan untuk menggapai tingkat kewenangan yang Anda butuhkan untuk mengharuskan ketaatan kepada nilai-nilai pelayanan atas semua anggota organisasi Anda.


Dia menjadikan dirinya seorang mahasiswa yang cemerlang pada akademi kepemimpinan yang bernama SITUASI.

Situasi adalah komponen pembentuk sejarah.


Seorang pemimpin dengan jalan kemasan mengetahui bahwa dengan mempelajari perilaku dari situasi, baik yang lalu maupun yang sedang dialaminya, dia akan mampu menghindari penalti dari terulangnya kesalahan, baik dari kesalahannya sendiri mau pun dari kesalahan orang lain.


Dengannya, dia bisa mencurahkan semua perhatian dan tenaganya bagi pelaksanaan terbaik dari praktik-praktik kepemimpinan yang telah terbukti membesarkan kehidupan, baik pribadi, organisasi, masyarakat, atau bangsa.


Baginya, semua keputusan yang ada dalam organisasinya adalah keputusan pribadinya.

Dari semua yang bisa didelegasikannya, dia tidak akan pernah mendelegasikan keputusan yang harus diambilnya dari posisi kepemimpinannya.


Dia mungkin bisa mendelegasikan sebagian besar dari tugas-tugasnya. Dia juga mungkin bisa memberdayakan bawahannya untuk membuat keputusan pada jajaran mereka, akan tetapi, dia mengetahui bahwa,


dia tidak dapat membebaskan dirinya dari penilaian negatif atas keputusan buruk para bawahannya.


Karena, keputusan buruk itu dibuat oleh mereka yang diputuskannya sebagai pengemban dari sebagian kewenangannya.


Jika bawahannya salah, sebetulnya sang pemimpin telah salah memilih bawahan untuk memutuskan atas namanya.


Dia menyadari sekali bahwa sebuah posisi kepemimpinan adalah posisi bagi keputusan akhir, yaitu keputusan yang harus dibuatnya secara pribadi.


Dia setia kepada yang benar.


Dalam peliknya pertentangan berbagai prioritas dan kepentingan di organisasi dan di publik yang dilayaninya, seorang pemimpin dengan jalan keemasan selalu ingat untuk kembali kepada yang benar.


Dia menyadari bahwa semua yang sulit itu datang karena pengabaian dari hal-hal yang baku. Dan yang sulit itu juga berperan sebagai pemaksa agar orang kembali kepada perilaku yang benar, bagi tercapainya perbaikan dan kebaikan berikutnya.


Itulah sebabnya dia berupaya keras menjaga tindakannya sendiri untuk setia kepada yang dituntutnya dari orang lain, karena hal itu adalah penentu tingkat hormat dari bawahannya.


Dia mengharuskan dirinya untuk melakukan yang dikatakannya,
dan mengatakan yang dilakukannya.

Dia sangat berani dalam mendirikan yang benar
dan tidak sanggup membayangkan dirinya
melakukan yang dilarangnya atas mereka yang dipimpinnya.


Jika yang dilakukannya adalah yang selain itu, tidak ada muslihat apa pun yang bisa digunakannya untuk menyembunyikan kepalsuannya.


………..


Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,


Semoga tulisan di atas dapat mendampingi upaya super Anda hari ini dan esok, untuk menjadikan kehadiran Anda dalam kehidupan ini – sebuah hadiah yang disyukuri keluarga dan masyarakat yang Anda layani.

Marilah kita tetap menjadi kekasih Tuhan, dengan menjadikan diri kita pemimpin yang setia kepada yang benar, bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi sebanyak mungkin jiwa Indonesia.

Mario Teguh